Saturday, November 2, 2013

Mengenal Fauna Asli Australia*


Halo Mate! Apa kabar semuanya? Pasti baik-baik saja ya. Pada postingan kali ini saya ingin berbagi sedikit tentang binatang-binatang asli Australia. 

Setiap negara memiliki banyak koleksi fauna yang khas. Indonesia punya harimau sumatera, Cina punya panda, dan Brazil memiliki ular anaconda. Bagaimana dengan Australia, binatang apa saja yang khas disana? Let’s check it out!

1. Koala



Koala tergolong kedalam binatang yang berkantung (marsupial) seperti halnya kangguru. Hanya saja koala hidupnya tidak di tanah tetapi diatas pohon yang tinggi. Binatang yang kelihatan lucu tapi berbahaya dengan kuku tajamnya ini sangat dilindungi di Australia. Pemerintah Australia tidak memperbolehkan untuk memelihara apalagi memburunya. 

Binatang yang tidur 20 jam sehari ini hanya makan satu jenis daun yang bernama ekaliptus. Daun ekalipitus tidak bisa ditemui dibelahan bumi lain kecuali di Australia. Karena fakta inilah Koala tidak bisa bertahan hidup di luar Australia. Kebun binatang- kebun binatang di dunia yang memelihara koala terpaksa harus mengimpor pasokan daun ekaliptus dari Australia setiap minggunya. Tak heran jika binatang yang memiliki dua buah ibu jari ini menjadi salah satu binatang yang menelan biaya paling mahal ketika dipelihara di luar Australia. 


2. Kangguru



Kanguru atau kangguru adalah hewan mamalia yang memiliki kantung (marsupialia). Hewan ini termasuk hewan khas Australia. Kata kanguru diambil dari bahasa Aborigin gangguru. Asal nama kangguru punya cerita unik. Pada suatu hari, pelaut Amerika\Inggris mendarat di Australia. Pelaut itu lalu melihat seekor hewan yang sangat unik, berkantung. Pelaut itu lalu bertanya kepada orang suku Aborigin, suku asli Australia di sana. Pelaut bertanya, "hewan apa itu?" Dijawab, "Kang-Ga-Roo." Pelaut menganggap Kanggaroo adalah nama hewan itu.maka mereka menamainya Kanggaroo, atau di Indonesia lebih sering terdengar Kanguru. Sebenarnya ,orang Aborigin itu berkata, "Saya tidak mengerti!"

3. Burung Emu



Burung Emu (Dromaius novaehollandiae) ialah burung asli Australia yang terbesar, serta burung yang tak dapat terbang yang kedua terbesar di dunia, yaitu selepas saudara ratit-nya, burung unta. Burung ini juga merupakan anggota tunggal dalam genus Dromaius yang masih ada. Subspesies Emu yang hidup di Tasmania lenyap setelah penempatan orang Eropa di Australia pada tahun 1788; penyebaran subspesies di tanah besar Australia kini juga terdesak oleh kegiatan-kegiatan manusia.

Pada suatu ketika, banyak burung Emu terdapat di pantai timur Australia tetapi kini, burung ini jarang didapati di sana; sebaliknya perkembangan pertanian dan pasokan air untuk peternakan di kawasan pedalaman benua ini telah menambah tempat kediaman burung Emu di kawasan-kawasan yang kering. Burung Emu masih banyak terdapat di tanah besar Australia, walaupun burung ini menghindari kawasan-kawasan yang penuh sesak atau terlalu kering, serta hutan-hutan padat.

Burung Emu mempunyai bulu lembut yang berwarna cokelat dan bisa mencapai ketinggian dua meter dan berat 45 kilogram. Burung ini ialah hewan pengelana, dan bisa membuat perjalanan jarak panjang untuk mencari makanan yang termasuk berbagai tumbuhan dan serangga. Jika perlu, burung ini bisa mencapai 50 kilometer sejam. [1] Burung Emu diternakkan untuk daging, minyak, dan kulitnya.

4. Setan Tasmania



Setan Tasmania (Sarcophilus harrisii), juga disebut dalam bahasa Inggris "Tasmanian Devil" adalah seekor binatang marsupialia karnivora yang kini hanya terdapat di negara bagian pulau Tasmania di Australia. Setan Tasmania adalah satu-satunya anggota genus Sarcophilus yang masih hidup. Ukuran binatang ini sama dengan seekor anjing kecil, tetapi badannya kekar dan berotot. Setan Tasmania adalah marsupialia karnivora terbesar di dunia. Binatang ini dicirikan oleh warna bulunya yang hitam, baunya yang kuat bila sedang ketakutan, suaranya yang sangat keras dan mengganggu, dan sifatnya yang berbahaya bila sedang mengasuh anak-anaknya. Setan Tasmania dikenal sebagai binatang pemburu dan memakan sisa-sisa binatang lain. Meskipun biasanya hidup soliter, kadang-kadang ia makan bersama dengan Setan Tasmania lainnya.

Setan Tasmania menjadi musnah di daratan benua Australia sekitar 400 tahun sebelum Pemukiman bangsa Eropa pada 1788. Karena dianggap sebagai ancaman terhadap ternak sapi di Tasmania, Setan Tasmania diburu hingga 1941, ketika mereka secara resmi dilindungi. Sejak akhir 1990-an penyakit tumor muka Setan Tasmania telah mengurangi populasinya secara drastis dan kini mengancam kebertahanan spesies ini yang kemungkinan segera akan dimasukkan dalam daftar binatang yang terancam punah. Saat ini berbagai program dilakukan oleh pemerintah Tasmania untuk mengurangi dampak penyakit ini.


*Dikutip dari berbagai sumber