Tuesday, May 5, 2015

5 Tips Lolos PPAN




PPAN atau Pertukaran Pemuda Antar Negara kembali membuka pendaftaran. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada putra putri terbaik bangsa menginjakkan kaki dan menimba pengalaman di negeri orang. Dikarenakan program ini sangat spesial maka tak heran kehadirannya selalu dinanti-nanti oleh banyak orang saban tahun. Nah, untuk membantu kamu menjadi yang terbaik dalam seleksi sehingga bisa mewujudkan impianmu berangkat ke luar negeri dengan modal dengkul saja, berikut saya berikan beberapa tips yang barangkali berguna.

1. PeDe




Pede atau percaya diri amatlah dibutuhkan dalam mengikuti rangkaian seleksi PPAN yang sangat ketat ini. Jika kamu loyo dan tidak yakin dengan apa yang kamu punya maka jangan pernah berharap kamu akan terpilih. 

Berbicara tentang percaya diri setidaknya ada dua tipe yang ingin saya singgung. 

Pertama pede buta. Tipe yang ini biasanya dimiliki oleh orang yang tidak begitu istimewa dalam beberapa hal namun tetap keukeuh bahwa dia memiliki kualitas yang mumpuni. Jika kamu tidak memiliki Bahasa Inggris yang bagus, pengetahuan terbatas mengenai negara yang ingin kamu kunjungi, tidak banyak mengerti tentang daerahmu sendiri, dan gemetaran ketika berbicara di depan publik, maka saya sarankan jangan terlalu pede untuk menjadi pemenang! Kedengaran kasar, tapi memang kebenaran itu menyakitkan. Perumpamaannya seperti ini, jika kamu seorang prajurit yang malas dan tidak dilengkapi dengan persenjataan yang lengkap, bagaimana mungkin akan memenangi pertempuran sedangkan musuhmu sangat terlatih dan berperalatan canggih. Jadi kesimpulannya adalah, untuk kebaikan diri sendiri, hindarilah sikap pede buta.

Jika pede yang pertama  pede tanpa alasan, pede yang kedua merupakan kebalikannya. Dan hemat saya, pede yang seperti ini mesti dipupuk dan dirawat sebelum dan ketika bertarung dalam proses seleksi PPAN. Bagaimana pede yang kedua ini? Sebelum mengatakan ‘saya akan menjadi yang terpilih’ alangkah lebih baik mengukur kemampuan dulu. Pikirkan dimana kelebihan kamu dan di bagian apa kamu merasa lemah. Kalau sudah menemukannya, optimalkan kelebihan itu dan tambal kekurangan yang ada. 

2. Persiapan yang Cukup
 
Kamu pernah mendengar seseorang yang sesumbar akan terpilih dalam suatu seleksi atau lulus tes tetapi yang bersangkutan tidak pernah bersiap diri? Saya pernah bahkan sering! Suatu ketika ada teman saya mengajak tes CPNS sehari sebelum tes itu dilaksanakan. Saya menolak karena mustahil untuk mempersiapkan diri dalam kurun waktu kurang dari 24 jam (untuk beberapa orang, khususnya mereka yang jenius, mungkin saja bisa namun tidak untuk saya yang bodoh). Anehnya, teman saya tersebut nekat ikut tanpa persiapan sama sekali dan berharap lulus! Saya tidak mengerti bagaimana jalan pikirannya yang terlalu mengharapkan sesuatu tanpa usaha yang cukup. Maksud saya, jika kamu memiliki jalan pikiran yang mirip dengan teman saya tersebut, saya sarankan lebih baik urungkan niat untuk mengikuti seleksi sebab hanya mubazir waktu dan energi saja. Berdasarkan pengalaman saya ikut tes PPAN, terlibat dalam proses seleksi sebagai panitia, dan berbincang-bincang dengan peserta yang lain dari berbagai daerah di Indonesia, yang terpilih memang peserta yang memiliki persiapan yang matang atau dalam kata lain peserta yang memang serius ingin menang. ‘Tapi ayah saya kepala Dispora provinsi lho!’ untuk kasus ini mungkin saja kamu terpilih (saya tidak begitu mengerti pengaruh birokrasi daerah lain di Indonesia) tetapi untuk provinsi Jambi rasanya peluangmu tipis karena selama ini kami (PCMI Jambi) tidak peduli siapa dan apa kedudukan dekenganmu. Yang kami peduli hanyalah kemampuanmu. So, pelajarilah semua hal yang berhubungan dengan materi tes dan banyak bertanya dengan yang pernah berkecimpung dalam seleksi PPAN karena persiapan yang seperti itu merupakan anak kunci emas untuk membuka pintu kemenangan PPAN.

3. Bermental 


Selain kamu harus percaya dengan dirimu sendiri, memiliki mental baja amat diperlukan agar terpilih sebagai pemenang. Bayangkan jika kamu hanya bermodalkan pede saja ketika seleksi namun mental kamu langsung jatuh ketika melihat seorang peserta yang amat bagus dan vocal dalam berdiskusi. Dalam situasi seperti itu jika mentalmu tidak kuat, kamu bakalan kesulitan dalam mengeluarkan kemampuan terbaikmu. 

Saya memiliki dua kategori mental yang boleh dipilih.

Yang pertama adalah mental pencoba. Jika kamu merasa tidak begitu bagus dalam beberapa hal dan sangat asing dengan format tes, maka memasang mental pencoba sangat dianjurkan. Tentu dengan mental ini kamu juga perlu untuk memiliki persiapan yang maksimal karena kesempatanmu untuk menang tetap ada meskipun tipis. Ketika pertama kali saya mengikuti seleksi PPAN, saya menggunakan mental ini. Saya persiapan dengan matang, membaca sebanyak mungkin, mengahapal hal-hal yang tidak begitu saya suka seperti mata uang atau kepala negara lain, belajar menari (tarian wanita) – saya memilihnya karena saya tidak bisa membawa tarian pria sebab gerakan kakinya terlalu rumit – yang membuat saya malu sendiri setiap kali saya menonton rekaman tarian saya, dan berlatih bernyanyi. Untuk yang terakhir ini saya sudah menyimpulkan sejak dini bahwa kualitas olah vocal saya tidak akan pernah bagus kecuali mungkin dengan operasi pita suara. Dengan semua kekurangan yang saya miliki ditambah kala itu merupakan pengalaman pertama mengikuti seleksi, target saya tidak muluk-muluk, sebatas mencoba saja. Meski demmikian, harapan saya untuk juara tetap terpelihara walau saya sendiri tidak begitu yakin. Akhirnya, setelah mengikuti proses seleksi yang melelah dan memalukan – malu karena saya ditertawakan oleh semua perserta ketika membawa tarian Sekapur Sirih (tarian wanita) dengan tubuh yang amat tegap seperti papan dan menyalahi aturan vocal dalam menyanyikan lagu Batanghari – saya hanya bisa finish sebagai finalis. Tidak apa-apa karena saya hanya mencoba.

Adapun mental kedua yaitu mental pemenang. Nah, mental inilah yang harus kamu miliki. Gunakanlah prinsip bahwa seorang pemenang itu tidak akan pernah terkalahkan kecuali oleh dirinya sendiri. Saat saya mengikuti seleksi PPAN yang kedua kali, saya memakai prinsip ini. Saya datang  dengan persiapan yang jauh lebih baik dari sebelumnya serta dengan kepala yang berisi banyak sekali informasi. Bahkan pada saat itu saya sampai mempelajari pertumbuhan ekonomi China, krisis di Amerika dan Eropa, serta potensi Indonesia menjadi negara besar. Saya juga hafal semua nama bupati/wakil bupati se provinsi Jambi – untuk yang terakhir ini saya paksakan meskipun bagi saya sendiri tidak ada pentingnya sama sekali mengetahui nama mereka. Saat wawancara, saya timbulkan kesan bahwa sayalah orang yang mereka cari sehingga mereka tidak perlu mewawancara yang lain lagi. Dengan mental yang seperti Alhamdulillah saya terpilih.

4. Optimalkan Kelebihan Tambal Kekurangan


Seperti yang telah saya utarakan diatas, mengetahui kelebihan dan kekurangan sangatlah berguna dalam memenangi seleksi PPAN. Untuk kasus saya, ketika mengikuti seleksi yang kedua, saya sudah paham betul plus minus saya. Saya memiliki Bahasa Inggris yang cukup bagus kala itu, wawasan yang lumayan mengenai topik-topik yang berhubungan dengan daerah, nasional, dan internasional, kemampuan menulis yang tidak jelek-jelek amat, plus visi kedepan yang sudah tercanang. Kelebihan-kelebihan saya di area ini saya eksploitasi betul saat seleksi. Seperti ketika diskusi dan speech dalam Bahasa Inggris saya berjuang keras untuk memberikan kesan bahwa saya bisa ngomong bagus dan berisi, pas wawancara saya mampu berbicara lebih jauh tentang topik yang diberikan dan menawarkan visi saya setelah ikut program, dan membuat essay yang bagus tatkala diberikan topik untuk ditulis. 

Sebagai seorang manusia biasa, saya paham betul saya memiliki banyak kekurangan. Salah satunya adalah dalam hal kebudayaan dan seni daerah. Seperti yang telah saya katakan tadi, tubuh saya terlalu kaku, suara saya tidak bernada dan jauh dari kata merdu. Untuk mengatasi hal ini saya berpikir keras berhari-hari sampai suatu ketika saya menemukan sesuatu yang ‘berharga’ di tempat yang tak terduga. Kala itu saya sedang dalam perjalanan dari kampung saya di Tebo ke Kota Jambi menumpang mobil travel. Tengah asyiknya merenung masa depan dalam kendaraan roda empat itu, mata saya terpancing oleh sebentuk buku tebal yang sedikit keluar dari kantong di belakang tempat duduk supir. Penasaran, saya ambil dan membukanya. Setelah saya baca ternyata buku itu berisi tentang proses pernikahan dalam adat melayu jambi plus pantun-pantun adat yang berkaitan dengan kehidupan sehari-sehari. Apa yang saya lakukan selanjutnya adalah memfoto kopi buku itu, mempelajarinya, dan menghafal pantun-pantun melayu jambi. Ketika mengikuti seleksi PPAN, saya membawakannya dengan penuh percaya diri seolah-olah saya betul-betul menguasainya. Padahal kebenarannya adalah itu merupakan usaha saya dalam menutup kelemahan saya. 

Yang saya maksudkan disini adalah manusia itu tidak sempurna. Siapapun dia pasti memiliki kekurangan. Akan tetapi, manusia yang brilian menurut saya adalah dia yang mampu menutup kekurangannya dengan sesuatu yang bisa mendongkrak nilai pribadinya di mata orang lain. Tengoklah Fabio Cannavaro yang jika dilihat dari postur tubuh sangat tidak memenuhi syarat untuk menjadi seorang bek atau defender. Dia terlalu pendek untuk mengawal penyerang-penyerang top Eropa yang dibekali badan yang besar tinggi. Realita yang lainnya lagi adalah sudah menjadi kebiasaan atau peraturan tidak tertulis dalam persepakbolaan Eropa bahwa seorang pemain bertahan mesti jangkung berisi. Berdasarkan hal-hal diatas, apakah seorang Cannavaro berhenti bermain bola? tidak! Dia paham betul kekurangan postur tubuhnya sehingga dia berlatih keras untuk meningkatkan tinggi lompatannya. Maka tak heran seberapapun besar seorang penyerang yang dihadapinya, dia selalu mampu untuk beradu tinggi dalam menanduk bola. Puncaknya adalah pada tahun 2006 Cannavaro mentasbihkan diri sebagai pemain terbaik dunia sehingga dia diberikan penghargaan personal tertinggi dalam dunia sepak bola, Ballon D’Or.


5. Tingkatkan Spiritualitas


Yang terakhir ini bagi saya tidak kalah pentingnya dari ke empat hal diatas. Apalah artinya usaha tanpa diiringi dengan doa dan tidak akan tercapai suatu keinginan jika Allah tidak mengabulkan. Bukankah semuanya mustahil untuk berlaku jika Allah tidak mau itu terjadi? So, perbanyaklah ibadah kepada Allah, memintalah kepadanya agar semua usahamu tidak sia-sia, rajin-rajinlah bersedekah, taatlah kepada kedua orang tua, minta doa sama mereka dan titip doa dengan orang lain, dan giatkan bangun di sepertiga malam untuk tahajjud. Yakinlah, jika kamu sudah mengantongi ridho dari Allah, Dia akan memberikan jalan yang tak terduga untuk mengantarkanmu menjadi peserta yang terpilih di PPAN. Boleh jadi karena kehendakNya untuk memilihmu, dia sibukkan orang lain yang lebih bagus dari kamu sehingga yang bersangkutan berhalangan untuk mengikuti proses seleksi sehingga pada akhirnya kamulah yang berangkat. 

Sekian dulu tips dari saya semoga apa yang telah saya jabarkan diatas ada manfaatnya bagi teman-teman semua. Jika ada tips tambahan silakan tulis di kolom komentar. :)




10 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Bang boleh minta kontaknya gak?
    Kebetulan saya mau nanya-nanya soal ppan.. Insha Allah saya rencana ikut seleksi tahun ini jadi mau nanya banyak hal sama bang beni..

    Makasih bang..

    ReplyDelete
  3. Bang boleh minta kontaknya gak?
    Kebetulan saya mau nanya-nanya soal ppan.. Insha Allah saya rencana ikut seleksi tahun ini jadi mau nanya banyak hal sama bang beni..

    Makasih bang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh. silakan add Facebook saya ya: Muhammad Beni Saputra

      https://www.facebook.com/mbsputella

      Delete
  4. kereeenn bang. makasih atas motivasi abang. semoga bermanfaat.

    ReplyDelete
  5. Hello Everyone, nama saya Jane alice seorang wanita dari Indonesia, dan saya bekerja dengan sebuah negara kompensasi bersatu, dan kami telah mendengar dan juga meminjam dari perusahaan pinjaman, dengan cepat saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan seluruh Indonesia untuk mencari pinjaman Internet Sangat hati-hati Berhati-hatilah untuk tidak jatuh di tangan scammers dan fraudstars, ada banyak kreditur kredit palsu di sini di internet dan beberapa di antaranya asli dan nyata,

    Saya ingin melempar testimonial tentang bagaimana Tuhan menuntun saya ke pemberi pinjaman yang sebenarnya dan dana pinjaman Real telah mengubah hidup saya dari rumput menjadi Grace, setelah saya tertipu oleh beberapa kreditor kredit di internet, saya kehilangan banyak uang untuk membayar biaya pendaftaran. . , Garansi, pajak, dan setelah pembayaran saya masih belum mendapat pinjaman saya.

    Setelah berbulan-bulan berusaha mendapatkan pinjaman di internet dan jumlah uang yang dihabiskan tanpa mendapat pinjaman dari perusahaan mereka, maka saya menjadi sangat putus asa untuk mendapatkan pinjaman dari kreditor kredit genue online yang tidak akan meningkatkan rasa sakit saya jadi saya memutuskan untuk Hubungi teman saya yang baru saja mendapatkan pinjaman online, kami mendiskusikan kesimpulan kami mengenai masalah ini dan dia bercerita tentang seorang wanita bernama Mr. Dangote yang adalah CEO Dangote Loan Company.

    Jadi saya mengajukan permohonan untuk jumlah pinjaman (Rp400.000.000) dengan tingkat bunga rendah 2%, tidak mengurus se umur saya, karena saya mengatakan kepadanya apa yang ingin saya gunakan untuk membangun bisnis saya dan pinjaman saya telah disetujui dengan mudah. Tanpa stres dan semua persiapan yang dilakukan dengan transfer kredit dan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah mendapatkan sertifikat yang diminta, telah disimpan ke bank dan impian saya masuk. Jadi saya ingin saran yang memerlukan panggilan pinjaman cepat sekarang atau email di Dangotegrouploandepartment@Gmail.com

    Dia tidak tahu bahwa saya melakukan ini. Saya berdoa agar Tuhan memberkati dia atas hal-hal baik yang telah dia lakukan dalam hidup saya. Anda juga bisa menghubungi saya di ladyjanealice@gmail.com hari yang menyenangkan info lebih lanjut ..

    ReplyDelete