Thursday, May 26, 2016

Hubungan Mesra Liga Inggris dan Indonesia



Bila kita mengakses situs resmi liga inggris ada hal yang menarik disana khusunya bagi rakyat Indonesia. Situs tersebut memiliki tujuh pilihan bahasa yang salah satunya adalah Bahasa Indonesia.[1] Penyertaan Bahasa Indonesia ini mengindikasikan bahwa Indonesia merupakan bagian terpenting dalam perhelatan Liga Inggris.

Liga inggris tak dipungkiri merupakan salah satu liga elit di dunia. Dalam jumlah penonton pun premier league kokoh di puncak sebagai liga dengan jumlah penonton terbanyak di dunia. Tak kurang ada sekitar 4.7 miliar orang yang menonton liga inggris di televisi.[2] Untuk Indonesia sendiri, ada separoh dari penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 250 juta jiwa menonton liga inggris. Rinciannya adalah 54% menonton lewat televisi dan 17% menonton lewat internet. Jumlah ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penonton liga Inggris terbanyak berdasarkan data yang dirilis oleh Global Web Index Report 2015.[3]

Meskipun tidak ada data pasti, jumlah penonton liga Inggris di Indonesia bisa dikatakan meningkat saban tahun. Kenaikan ini dapat dilihat dari semakin banyaknya tempat-tempat nonton bareng liga inggris di seluruh penjuru negeri, dari kota besar semisal Jakarta sampai kota kecil di Papua. Tidak sampai disitu, peningkatan jumlah penonton ini juga dibuktikan dengan semakin menjamurnya komunitas fans klub di Indonesia. Di kota Medan misalnya, ada sekitar 14 komunitas fans klub yang diantaranya adalah Big Reds Indonesia (Liverpool), Manc United Indonesia (Manchester United), dan Arsenal Supporters Indonesia (Arsenal).[4] Penggemar klub Chelsea juga tidak ketinggalan dalam memobilisasi sesama fans klub London itu. Ada sekitar 11 fanbase resmi Chelsea yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia dengan jumlah anggota yang tergabung lebih dari 2100 orang.[5] Adapun tiga klub inggris dengan jumlah fans terbanyak di Indonesia adalah Manchester United (25%), Chelsea (23.94%), dan Arsenal (18.87%).[6]

Jumlah fans yang tidak sedikit ini tentu memiliki sisi keuntungan tersendiri bagi sebuah klub sepakbola. Sudah menjadi ‘adat’ tak tertulis di kalangan fans bahwa mereka harus mencurahkan fanatismenya kepada sebuah klub dengan mengoleksi atribut-atribut klub seperti jersey, sepatu, dan barang-barang terkait lainnya. Oleh karena itu, hitung-hitungannya adalah, semakin menggeliatnya fans klub liga inggris di Indonesia semestinya berbanding lurus dengan keuntungan finansial yang diraup oleh klub-klub tersebut. Chelsea telah membuktikan hal ini ketika klub yang memiliki koleksi empat gelar premier league itu berkunjung ke Indonesia pada 27 Juli 2013 silam. Dalam lawatan tersebut terdapat peningkatan penjualan produk-produk Adidas bertemakan Chelsea sekitar 30-35 persen.[7] 

Sayangnya peluang ini tidak dimanfaatkan secara optimal oleh klub-klub liga Inggris. Kunjungan mereka ke Indonesia bisa dikatakan masih sangat minim. Selain Chelsea yang baru sekali menyapa langsung fans fanatiknya di Indonesia, ada Liverpool yang juga baru sekali (2013), dan Arsenal dua kali yaitu pada tahun 1983 dan 2013. Manchester United yang lebih parah lagi. Meskipun mayoritas fans liga inggris di Indonesia menyukai klub peraih gelar liga terbanyak ini, kunjungan Manchester United ke Indonesia baru satu kali dan itu sudah lama sekali yaitu tahun 1975 silam.[8] Hubungan bisnis liga inggris dan Indonesia cukup kuat. Hal ini dibuktikan dengan semakin menggeliatnya perusahaan-perusahaan Indonesia menjalin kerjasama dengan beberapa klub liga inggris. Manchester United merupakan pioneer dalam hal penjajakan kerja sama dengan perusahaan Indonesia. Pada tahun 2006 setan merah menjalin kerjasama dengan Bank Danamon. Buah dari kerjasama ini adalah tak kurang dari 170 nasabah yang sudah diberangkatkan ke Manchester untuk menonton langsung Manchester United berlaga.[9] Kerjasama antara setan merah dan Indonesia bertambah dengan disetujuinya Achilles-Corsa, perusahaan ban dari Indonesia, sebagai salah satu sponsor Manchester United pada tahun 2013.

Perusahaan perbankan Indonesia merupakan salah satu sector bisnis yang rajin menjadi sponsor klub liga inggris. Bank Nasional Indonesia pada tahun 2012 menjadi salah satu sponsor klub Chelsea.  Kemudian yang terbaru ada Arsenal yang pada bulan januari kemarin menjalin kerja sama dengan Bank Muamalat. Sector bisnis lain juga tidak ketinggalan. Pada musim 2014/2015 Liverpool bersedia menyematkan logo maskapai penerbangan dari Indonesia yaitu Garuda Indonesia di pakaian latihan Cautinho dan kawan-kawan. Pada tahun yang sama, perusahaan asuransi Indonesia, Jiwasraya, menjadi sponsor Manchester City.

Bertambahnya jumlah perusahaan Indonesia yang menjadi sponsor liga inggris tentu pertanda baik. Klub-klub Inggris dan perusahaan-perusahaan Indonesia sama-sama meraup untung dari partnersip ini. Klub inggris tentu saja mendapatkan uang yang banyak dari kerjasama ini. Sedangkan perusahaan Indonesia, dengan memasang brandnya di klub-klub ternama premier league, bisa menjadi lebih dikenal oleh masyarakat global. Sudah bukan rahasia lagi bila segala aktifitas klub dan gerak gerik pemain sepak bola selalu diliput media. Dengan logo perusahaan yang melekat di emblem klub dan baju pemain merupakan promosi gratis bagi perusahaan tersebut.

Selain meningkatkan kunjungan ke Indonesia, ada satu hal lagi yang bisa dilakukan oleh klub-klub liga premier inggris yaitu menambah jumlah gerai resmi klub. Saat ini baru Manchester United, Liverpool, dan Arsenal yang tercatat secara resmi membuka toko merchandisenya walaupun masih berbasis online.[10] Arsenal sendiri terbilang cukup agresif dalam memanfaatkan pasar Indonesia setelah menjalin kerjasama dengan perusahaan Indonesia, Mitra Adi Perkasa Tbk pada tahun 2015 lalu. Buah dari kerjasama itu adalah akan dibukanya 56 toko online pernak-pernik Arsenal khusus untuk konsumen Indonesia.[11] Meskipun langkah ini patut diapresiasi, klub-klub liga premier inggris perlu membuka gerai offline resminya di kota-kota lain di Indonesia. Gerai offline ini bisa berfungsi sebagai base untuk meningkatkan rasa kebersamaan antara klub dan fans melalui penyelenggaraan acara seperti nonton bareng.

Indonesia dan liga premier inggris merupakan dua elemen yang penting dan saling menguntungkan dalam hal industry sepak bola. Kedepannya hubungan keduanya akan semakin mesra lagi mengingat semakin membaiknya perekonomian Indonesia dan semakin kompetitifnya liga inggris.



[3] Premier League Fans summary, p. 3.
[4] Universitas Sumatera Utara, p. 2.
[5] Serviens, p. 5.
[7] Serviens, p. 7.

No comments:

Post a Comment