Monday, November 4, 2013

Ayo Promosikan Indonesia!




Euforia itu perlahan mulai sirna ditelan oleh sang waktu. Sudah lama memang aku ingin berdiri disini. Sejak bertahun tahun lalu. Saat itu aku terhipnotis oleh lengkungan atapnya yang dipercantik dengan bentangan jembatan yang tak jauh dari sisinya. Yah, itulah Sydney. Sebuah kota yang tak begitu asing di semua telinga. Bahkan tak sedikit yang menganggapnya ibu kota Australia. 

Di kota inilah nafasku berhembus detik ini. Belum lama memang kuhirup udaranya, baru dua puluh satu hari. Tapi cukuplah untuk kujadikan bahan cerita saat pulang ke Indonesia nanti. Di seberang sana aku yakin sudah banyak telinga-telinga yang bersiap menampung celoteh-celoteh petualanganku. Tentang Opera House yang mendunia atau tentang Jembatan Sydney yang kebetulan mirip dengan Jembatan Aur Duri Dua di Kota Jambi. 

Ada ribuan bahkan jutaan orang yang terkesima sampai penasaran dengan gedung yang mirip cangkang siput bernama Opera House. Gedung ini benar-benar mendunia. Desainnya yang unik dibarengi dengan loksai tepi laut yang strategis boleh jadi penyebabnya. Namun pertanyaannya adalah, akankah gedung ini dikenal kemudian didambakan oleh semua orang begitu saja tanpa ada tangan-tangan ‘tersembunyi’ dibaliknya? 

Bagi yang percaya dengan hukum sebab akibat tentunya akan menjawab tidak. Sebab mana mungkin sesuatu terjadi tanpa ada pemicunya. Asap timbul karena ada api, api timbul karena ada korek api, korek api ada karena ada belerang, dan seterusnya. Nah kalau begitu apa gerangan penyebab Opera House begitu dikenal khalayak ramai? Jawabannya sederhana saja, promosi. Ya, promosilah actor dibalik kesuksesan Opera House menggaet jutaan wisatawan setiap tahunnya. Bila tidak ada promosi yang gencar pesona Opera House tidak akan sampai ke lubuk hati wisatawan. 

Promosi tak dipungkiri memang sebuah jurus yang harus dikuasai oleh Indonesia jika ingin meraih kesuksesan layaknya Opera Hosuse. Betapa tidak, negeri ini memiliki segalanya untuk memperoleh lirikan pelancong. Dari puncak bersalju Nusa Wijaya di Papua sampai eksotisme Pulau Weh di Sabang. Jika semua elemen bangsa sudah menyadari dan melaksanakan jurus promosi ini, maka tidak mustahil jika Indonesia menggeser Perancis sebagai negara yang paling dipadati wisatawan. Semoga saja.

3 comments:

  1. Mantap ben,truslah jdi inspirasi bagi kami2 anak sumay.
    Semoga kami bsa merasakan pa yg anda rsakan.

    Aaamiiiiiiiiiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin...
      Terimo kasih wan. Untuk kan jugo, jangan jadi putra sumay yang biasa kalau bisa menjadi yang luar biasa. Masa depan Sumay ado di tangan kan.

      Delete
  2. Indonesia is our pride country
    Even my sosmed's friend from another country has approved it as country that no one can replace the food we have got here

    ReplyDelete