Saturday, November 17, 2012





Hutan merupakan sumber penghidupan bagi banyak makhluk hidup, baik itu manusia maupun binatang. Manusia sangat bergantung kepada hutan sebagai penghasil utama oksigen yang mereka hirup setiap hari. Begitu juga binatang, hutan merupakan rumah tinggal mereka yang tiada gantinya di bumi ini.

Hutan Perawan yang masih tersisa


Hutan dan kehidupan sepertinya sebuah takdir alam yang tak bisa dipisahkan. Ketika ada hutan, pastilah terdapat kehidupan di dalamnya. Berbagai jenis hewan liar bisa dengan asyiknya bermain dan berlari ke sana kemari. Mereka dapat memakan apapun yang tersedia karena memang banyak pilihan yang bisa mereka santap. Pendeknya, ketika hutan terjaga alam menjadi indah dan seimbang.

Hanya sedikit yang tersisa



Namun, akhir-akhir ini, alam menjadi sedikit ganas dan tak bersahabat seiring makin banyaknya penebangan-penebangan hutan secara legal maupun yang ilegal yang dilakukan oleh orang perseorangan maupun kelompok. Penebangan perseorangan biasanya bertujuan untuk keperluan sehari-hari seperti membuat rumah dan perabot rumah tangga. Namun tak sedikit dari orang perseorangan ini yang menjadikan hutan sebagai komoditi unggul yang mampu mendatangkan uang berlimpah. Pelaku kedua yang mengatasnamakan kelompok biasanya memiliki izin resmi dari negara untuk 'mengelola' hutan indonesia melalui pembukaan perkebunan karet dan sawit dalam skala besar demi alasan 'development'. Apapun tujuan dan alasannya, yang pasti hutan mereka musnahkan dan pohon-pohon yang menjulang tinggi (yang mana membutuhkan waktu ratusan tahun untuk tumbuh setinggi itu) mereka babat habis nyaris tak tersisa.

Pembukaan lahan perkebunan karet skala besar


Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan untuk mengeksplor lebih jauh daerah di kecamatan saya (Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi - Indonesia). Alangkah terkejutnya saya ketika melihat onggokan-onggokan kayu hasil penebangan hutan terhampar di tepi-tepi jalan. Kayu-kayu tersebut mungkin berasal dari lahan yang ditebang untuk penanaman perkebunan karet di sekitar yang memang sangat luas, atau pohon-pohon kehidupan tersebut sengaja ditebang untuk dijual demi keuntungan pribadi, saya pun tak tahu. Yang jelas kayu-kayu tersebut saya yakin bukanlah yang terakhir mereka tebang karena masih terdapat beberapa pohon menjulang tinggi di sepanjang jalan yang saya yakin akan menjadi korban selanjutnya.

Alat ini berfungsi untuk mengangkat balok kayu ke mobil

Mobil ini terlihat sangar memang
Terlihat jelas kerusakannya!
Tumpukan fulus

Terbesit dalam hati saya bahwa hal ini mungkin wajar terjadi mengingat kondisi masyarakat desa sekitar yang sangat mengenaskan, walaupun mereka memiliki hutan yang luas. Namun, setelah saya singgah dan berinteraksi dengan warga sekitar, sangat sedikit dari mereka yang menikmati dari hamparan nan hijau ini. Hanya oknum-oknum tertentu dari desa itulah yang meneguk manisnya hasil dari hutan ini. Selebihnya, saya tidak tahu siapa lagi yang diuntungkan walaupun ada sedikit keyakinan dalam diri saya bahwa terdapat mafia-mafia yang tersembunyi yang sedang bermain-main di area penuh fulus ini.


Bentuk lain dari pengrusakan hutan?


Hamparan Perkebunan Karet

Awal perjalanan, saya harus menyeberangi sungai Batanghari dengan menggunakan kapal penyeberangan ini.                
 

No comments:

Post a Comment