Tuesday, June 7, 2016

Ibuku Sayang


Ibu, aku sangat nakal
Dulu dan mungkin sampai detik ini
kau menyuruhku mengaji
aku lari
Kau ajarkan aku berbakti
Aku tak peduli
Aku terus congkak
Hingga membuat nafasmu sesak
Ibuku sayang,
Bertahun yang lalu kau relakan kepergianku untuk mencari ilmu. Kau katakan kepadaku "memang begitulah cobaan menuntut ilmu" setiap kali aku mengeluh. Waktu itu aku anggap kau telah merenggut kebahagiaanku.
Dan kini, lebih satu dekade kita berpisah ibu. Telah banyak yang dilihat oleh mata ini. Telah jauh kaki ini berpijak. Namun kau masih saja dengan kehidupanmu yang dulu. Berjuang demi anak-anakmu.
Ah, ingin rasanya raga ini bertukar setiap kali aku memperoleh kesenangan, ibu. Tidur dihotel berbintang, makan makanan enak, atau tinggal di negeri orang. Namun aku tak kuasa melakukan itu. Semoga kau cukup bahagia mendengar cerita-ceritaku.
Ibuku sayang, aku tahu aku tidak pernah mengungkapkan rasa cintaku kepadamu. Namun ketahuilah, jauh di lubuk hatiku yang terdalam, rasa sayangku padamu lebih dari yang bisa dikiaskan oleh kata-kata.
Ibuku sayang, terima kasih atas rotanmu dulu. Ia telah mendidikku kedisiplinan. Ibuku sayang, terima kasih telah memisahkanku darimu. Ia telah mengajarkanku kerasnya kehidupan.
Ya Allah, panjangkanlah umur ibuku. Sehatkanlah selalu raganya. Semoga aku selalu bisa mengukir senyum bangga di bibirnya.