Friday, May 27, 2016

Ayah




Ayah,

Dalam hujan kau antarkan Aku ke sekolah
Kau payungi Aku
Meski kau sendiri basah

Ayah,
Kulihat wajahmu gundah
Sebab rupiah kian payah
Ibu kadang marah
Pak lurah makin serakah
Kepala daerah keranjingan uang merah
Dan Aku yang sering bertingkah

Ayah,
Setidaknya kau tak goyah dalam mencari nafkah
Walau getah laksana sampah

Ayah, 
Hujan kian deras
Ayah pulanglah
Tinggalkan saja Aku disini
Menempa diri agar berbakti

Ayah,
Pulanglah...
Temui Ibu di rumah

No comments:

Post a Comment