Thursday, March 17, 2016

Karena hanya Tuhan yang Tidak Berkepentingan


Tirai yang  sebelumnya terbuka lebar hingga mata bisa bebas melihat atap gedung-gedung tua khas Britania Raya, seketika ditutup. Yang menutupnya dosen saya sendiri. “I’m going to show you how women are commodified in hip-hop songs” ujarnya sembari menghidupkan Komputer. In focus sudah dinyalakan kemudian dipancarkan ke layar putih yang ada di muka.

Sebelum video yang ditunggu itu diputar, saya membuka kamus Merriam Webster di hp untuk mencari arti kata ‘commodified’ sebab seumur-umur belum pernah kata itu masuk ke telinga. Ternyata maknanya kira-kira adalah menganggap sesuatu sebagai barang. Jadi dalam hal ini ‘how women are commodified’ bermakna menyamakan wanita dengan produk yang bisa diperlakukan sesuka hati.

Dalam ruangan yang gelap itu, kami disuguhkan dengan beberapa video klip hip hop dari artis ternama. Namun fokusnya bukan siapa yang menyanyikan tetapi apa yang ditampilkan: wanita dengan pakaian super duper seksi, meliuk-liuk memamerkan bodi, dikerubungi para lelaki, dan ironisnya lagi dipanggil ‘bitch’! Saya kaget. Bukan karena melihat yang seperti ini belum pernah, melainkan karena reaksi dunia akademisi barat tentang hal ini. Mereka sendiri mengkutuk apa yang disebut ‘the commodification of women’ ini. Selama ini saya anggap Barat biasa saja atau tak ambil pusing soal pamer pameran tubuh. Tapi kebenaran memang tak bisa disembunyikan. Ia  hadir di lubuk hati setiap manusia meskipun seringkali dipungkiri.

Ekspresi beberapa teman wanita di kelas berubah geram. Sebuah bukti yang tak terbantahkan. Tak terima kaummnya ‘dilecehkan’ seperti itu. Dalam diskusi di kelas pun begitu. Mereka sepakat menolak ‘sexism’ dan ‘commodification’ yang merebak di banyak video klip hip hop. Pembahasan di jurnal-jurnal ilmiah juga serupa. Para akademisi satu suara bahwa wanita bukan barang komoditas! Mereka manusia yang mesti diperlakukan secara manusiawi. Bukan seperti barang yang fungsinya hanya sekedar untuk memuaskan pemiliknya. Saya terima itu.

Di lain kesempatan, kami membahas sebuah novel keluaran tahun 1808 yang ditulis oleh novelis Amerika, Leonora Sansay. Novel itu berjudul Secret History; or, The Horrors of St. Domingo. Kebetulan saya mendapat giliran presentasi mengenai novel tersebut. Setelah membacanya, yang menarik perhatian saya bukan bagaimana revolusi bangsa kulit hitam di Saint Domingo (sekarang Haiti) terjadi melainkan bagaimana hubungan antara Laura, tokoh utama, dengan suaminya.

Laura digambarkan sebagai gadis yang cantik menawan hati sedangkan suaminya seorang pecinta sejati nan posesif. Dua kelebihan yang mestinya saling menyempurnakan. Namun apa hendak dikata. Laura terlalu mempesona bagi semua orang. Bahkan petinggi negara pun tertarik dengannya. Ditambah lagi Laura memberikan kesempatan kepada mereka untuk menggodanya sebagaimana yang dia utarakan sendiri, kalau dia senang menarik perhatian orang lain. Berdansalah di sana sini dengan orang lain. Kadang juga pergi untuk sekedar ‘hang out’ berduaan dengan pria lain.

Tentu suaminya tidak terima. Dia menasehati Laura baik-baik tapi tidak ada perubahan hingga suaminya naik pitam. Sang suami pula sosok yang ringan tangan. Sebentar-sebentar memukul. Sampai-sampai tak terhitung sudah berapa kali Laura disiksa oleh si pendamping hidup. Laura dinasehati oleh ibunya juga tak berefek apa-apa. Dia menganggap ibunya hanya mengkungkung kebebasannya. Saya menjadi semakin paham bagaimana wanita diperlakukan dalam masa lalu Barat. Dan seperti apa wanita bereaksi mengenai hal itu. Setidaknya dalam novel ini.

Klip-klip video hip-hop yang telah ditonton, novel yang telah dibahas, dan reaksi penolakan dari dunia akademis baik dari dalam kelas maupun di atas kertas jurnal, memberikan saya beberapa pelajaran. Pertama, kebenaran Islam itu terasa walaupun wujudnya tidak terlihat oleh mereka. Islam tidak hanya tidak mentolerir perlakuan yang demikian (menganggap wanita sebagai barang komoditas, pamer aurat, menyiksa istri, memberikan peluang kepada laki-laki untuk bersama dengan wanita yang bukan muhrimnya), namun Islam datang dengan solusi yang sudah matang untuk diterapkan. Dalam Islam, wanita dianggap permata yang amat mulia. Al Quran memerintahkan ummat Islam untuk tidak menyusahkan wanita (An Nisa ayat 19) sedangkan Rasulullah mengajak manusia untuk berbuat baik kepada wanita (HR Muslim: 3729) dan berlaku baik kepada istri (HR Tirmidzi: 285). Contoh ini hanya segelintir dari beberapa perintah lainnya untuk memperlakukan perempuan dengan baik.[1] Bukan itu saja Islam juga mewajibkan wanita untuk tidak pamer aurat dengan membalut tubuhnya dengan hijab dan memerintahkan untuk tidak mendekati zina.

Adapun yang kedua adalah, wanita barat, setidaknya dari klip video hip hop yang ditonton dan novel diatas, memiliki sejarah masa lalu dan perlakuan masa kini yang berbeda dengan wanita Islam. Oleh karena itu lucu rasanya bila Barat gembar gembor ‘mempromosikan’ bahkan cenderung kadang terkesan ‘memaksakan’ nilai-nilai yang mereka buat dalam hal bagaimana memperlakukan wanita kepada wanita Islam. Ibarat kata, komputer yang bervirus itu komputer sebelah kok anti-virusnya ditawarkan ke kita. lagipula, dalam perkara ini, komputer kita sudah dibentengi dengan anti-virus jempolan plus siap pakai. Bukan lagi anti-virus rekaan, dibuat berdasarkan kepentingan, dan sesuai keinginan si juragan.

Kesimpulan saya mengenai yang katanya hari ini adalah hari wanita internasional, khususnya kepada para muslimah, adalah, jangan terbawa arus. Kuatkan aqidah, perdalam pemahaman Islam. Nilai kewanitaan yang Barat tawarkan sekarang, tidak sebanding dengan nilai kewanitaan yang ada dalam Islam. Mereka masih mencari-cari, tidak punya sumber nilai yang tetap. Berbeda dengan kita yang sudah menemukan apa yang mereka cari.

Hari wanita sejatinya setiap hari
bukan setahun sekali,
Sebab wanita bernafas bukan sekali dua kali

Jangan latah dengan liberty
Itu hanya ungkapan tak pasti
Untuk mempertahankan hegemoni
Yang mesti kita kritisi
Adakah liberty ini?

Hidup punya aturan
Tuhan juga demikian
Jangan terpesona dengan aturan buatan
Karena hanya Tuhan yang tidak berkepentingan

Wallahu’alam bishshowab…




[1] Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat disini: https://muslim.or.id/9166-islam-menjaga-dan-memuliakan-wanita.html

No comments:

Post a Comment